GARIS BESAR KITAB 2 RAJA-RAJA

Infografis Ringkasan Kitab 2 Raja-Raja
Kitab Sejarah Deuteronomistik · Perjanjian Lama
2 Raja-Raja
Kitab ke-12 dalam Alkitab Ibrani · Nevi'im (Para Nabi)
Kisah kejatuhan dua kerajaan Israel — sebuah refleksi teologis atas kesetiaan, kemurtadan, dan kedaulatan Allah dalam sejarah bangsa pilihan-Nya.
25 Pasal ± 853–586 SM Sejarah Teologis Kanon: Nevi'im / Ketuvim
Gambaran umum
25
Jumlah pasal
19+
Raja yang dicatat
2
Kerajaan yang jatuh
Latar belakang & penulisan

Konteks historis dan kanonisasi

2 Raja-raja merupakan kelanjutan langsung dari 1 Raja-raja, dan bersama 1–2 Samuel serta 1 Raja-raja membentuk apa yang para cendekiawan sebut Sejarah Deuteronomistik.1 Kitab ini kemungkinan disusun dan disunting pada era pembuangan Babel (±586–539 SM), meski sebagian bahan berasal dari arsip kerajaan yang lebih tua.2 Dalam kanon Ibrani, kitab ini termasuk bagian Nevi'im (Para Nabi), sedangkan dalam Septuaginta dan tradisi Kristen masuk kategori kitab sejarah.3

Struktur naratif

Pasal 1–8 — Akhir pelayanan Elia & peralihan ke Elisa

Elisa mewarisi mantel Elia (2 Raj. 2:11–15). Berbagai mujizat dilakukan: menghidupkan anak Sunem, menyembuhkan Naaman, minyak janda yang melimpah.4

Pasal 9–17 — Dinasti Yehu & kejatuhan Israel Utara

Yehu diurapi raja, membunuh Ahab dan Izebel (2 Raj. 9:30–37). Israel Utara jatuh ke tangan Asyur di bawah Sargon II pada ±722 SM (2 Raj. 17:6).5

Pasal 18–25 — Yehuda: dari Hizkia hingga pembuangan Babel

Reformasi Hizkia (2 Raj. 18–19) dan Yosia (2 Raj. 22–23) menjadi puncak teologis. Namun kejahatan Manasye (2 Raj. 21) mempercepat penghukuman.6 Yerusalem dihancurkan Nebukadnezar pada ±586 SM (2 Raj. 25:8–12).7

Tema-tema teologis utama

Kesetiaan dan kemurtadan

Raja dinilai berdasarkan kesetiaannya kepada perjanjian TUHAN. Raja yang "melakukan yang jahat" membawa malapetaka bagi bangsanya.8

Firman nabi sebagai penggerak sejarah

Perkataan nabi-nabi (Elia, Elisa, Yesaya) selalu terpenuhi, membuktikan kedaulatan Allah atas waktu dan bangsa-bangsa.9

Tempat ibadah yang benar

Penyembahan di "bukit-bukit pengorbanan" dikecam keras; Yerusalem sebagai pusat ibadah yang sah menjadi standar penilaian para raja.10

Kasih karunia di tengah penghukuman

Kitab diakhiri dengan dibebaskannya Yoyakhin dari penjara di Babel (2 Raj. 25:27–30), sebuah sinar harapan di tengah kegelapan.11

Tokoh-tokoh kunci

Nabi-nabi

  • Elisa — penerus Elia, banyak mujizat (ps. 2–13)
  • Yesaya — penasehat Hizkia, nubuatan tentang Asyur (ps. 19)
  • Hulda — nabiah yang mengesahkan Kitab Taurat (2 Raj. 22:14)

Raja-raja penting

  • Hizkia — raja terbaik Yehuda, reformator iman
  • Manasye — raja paling jahat, 55 tahun berkuasa
  • Yosia — reformasi besar, menemukan Kitab Taurat
  • Zedekia — raja terakhir Yehuda sebelum pembuangan
Relevansi teologis dan aplikasi

Pelajaran yang terus berbicara

Sejarawan Deuteronomistik menulis bukan untuk sekadar mencatat fakta, melainkan untuk menjawab pertanyaan umat buangan: "Mengapa ini terjadi?" Jawabannya konsisten: ketidaksetiaan kepada perjanjian membawa konsekuensi nyata dalam sejarah.12 Namun harapan tidak padam — Allah tetap setia bahkan ketika umat-Nya tidak setia (2 Tim. 2:13). Kisah 2 Raja-raja relevan bagi gereja masa kini sebagai panggilan untuk hidup taat dan percaya akan kedaulatan Allah yang melampaui segala kegagalan manusia.

Catatan Kaki
1 Istilah "Sejarah Deuteronomistik" (Deuteronomistic History) dipopulerkan oleh Martin Noth (1943). Lihat Noth, Überlieferungsgeschichtliche Studien, edisi terjemahan Inggris: The Deuteronomistic History (Sheffield: JSOT Press, 1981).
2 Banyak pakar, termasuk Frank Cross dan Richard Friedman, mengajukan model dua tahap pengeditan (redaksi pertama ±621 SM pada masa Yosia; redaksi kedua ±550 SM di Babel). Bdk. Cross, Canaanite Myth and Hebrew Epic (Harvard, 1973), hlm. 274–289.
3 Dalam LXX, 2 Raja-raja disebut "4 Regnorum" (Kitab Keempat Kerajaan). Lih. Swete, An Introduction to the Old Testament in Greek (Cambridge, 1902), hlm. 219–222.
4 Kisah Elisa dalam 2 Raj. 2–13 dianalisis mendalam oleh J.T. Walsh, 1 Kings (Berit Olam, 1996); karakter Elisa sebagai "Musa baru" dibahas oleh Kissling, Reliable Characters in the Primary History (JSOT, 1996), hlm. 112–140.
5 Kejatuhan Samaria pada ±722 SM dikonfirmasi oleh catatan Asyur: "Annals of Sargon II." Bdk. Pritchard (ed.), Ancient Near Eastern Texts Relating to the Old Testament, 3rd ed. (Princeton, 1969), hlm. 284–285.
6 Penilaian negatif atas Manasye dalam 2 Raj. 21:10–15 merupakan salah satu penilaian paling keras dalam seluruh Sejarah Deuteronomistik. Bdk. Brueggemann, 1 & 2 Kings (Smyth & Helwys, 2000), hlm. 548.
7 Penghancuran Yerusalem 586 SM didukung oleh temuan arkeologi dan kronik Babel. Lih. Wiseman, Chronicles of Chaldaean Kings (British Museum, 1956), hlm. 73–74.
8 Formula penilaian raja ("melakukan apa yang jahat/baik di mata TUHAN") muncul lebih dari 30 kali dalam 1–2 Raja-raja. Lih. Nelson, First and Second Kings (Interpretation, 1987), hlm. 5–8.
9 Tentang nubuatan-penggenapan sebagai prinsip redaksi, bdk. Von Rad, Studies in Deuteronomy (SCM, 1953), hlm. 78–82.
10 Sentralisasi ibadah di Yerusalem berkaitan erat dengan tradisi Ul. 12. Lih. Weinfeld, Deuteronomy and the Deuteronomic School (Oxford, 1972), hlm. 189–209.
11 Pembebasan Yoyakhin (2 Raj. 25:27–30) sebagai "cahaya pengharapan" dibahas oleh Brueggemann, Theology of the Old Testament (Fortress, 1997), hlm. 623.
12 Bdk. Fretheim, Deuteronomic History (Abingdon, 1983), hlm. 3–17; juga Provan, 1 and 2 Kings (New International Biblical Commentary, 1995), hlm. 1–20.
Daftar Pustaka
Brueggemann, Walter. 1 & 2 Kings. Smyth & Helwys Bible Commentary. Macon: Smyth & Helwys, 2000.
Brueggemann, Walter. Theology of the Old Testament: Testimony, Dispute, Advocacy. Minneapolis: Fortress Press, 1997.
Cross, Frank M. Canaanite Myth and Hebrew Epic: Essays in the History of the Religion of Israel. Cambridge: Harvard University Press, 1973.
Fretheim, Terence E. Deuteronomic History. Nashville: Abingdon Press, 1983.
Kissling, Paul J. Reliable Characters in the Primary History. JSOT Supplement Series 224. Sheffield: Sheffield Academic Press, 1996.
Nelson, Richard D. First and Second Kings. Interpretation: A Bible Commentary for Teaching and Preaching. Louisville: John Knox Press, 1987.
Noth, Martin. The Deuteronomistic History. Diterjemahkan oleh Jane Doull dkk. JSOT Supplement Series 15. Sheffield: JSOT Press, 1981. [Edisi asli Jerman: 1943].
Pritchard, James B. (ed.). Ancient Near Eastern Texts Relating to the Old Testament, 3rd ed. Princeton: Princeton University Press, 1969.
Provan, Iain W. 1 and 2 Kings. New International Biblical Commentary. Peabody: Hendrickson Publishers, 1995.
Swete, Henry B. An Introduction to the Old Testament in Greek. Cambridge: Cambridge University Press, 1902.
Von Rad, Gerhard. Studies in Deuteronomy. Diterjemahkan oleh David Stalker. London: SCM Press, 1953.
Weinfeld, Moshe. Deuteronomy and the Deuteronomic School. Oxford: Clarendon Press, 1972.
Wiseman, Donald J. Chronicles of Chaldaean Kings (626–556 B.C.) in the British Museum. London: British Museum, 1956.
Alkitab Terjemahan Baru (TB). Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2015.