Perbandingan Empat Injil – Perjamuan Terakhir

Perbandingan Empat Injil – Perjamuan Terakhir
✦ Studi Perbandingan Injil ✦

Pemberitahuan Pengkhianatan
di Perjamuan Terakhir

Analisis Komparatif Keempat Injil Kanonik

Matius 26:17–25 Markus 14:12–21 Lukas 22:7–14, 21–23 Yohanes 13:21–30
Keempat Injil menceritakan momen ketika Yesus mengumumkan pengkhianatan-Nya kepada para murid, namun masing-masing memberikan penekanan naratif dan teologis yang berbeda. Tabel berikut memetakan perbedaan tersebut secara sistematis.
Aspek
Perbandingan
Matius26:17–25 Markus14:12–21 Lukas22:7–14, 21–23 Yohanes13:21–30
Konteks Waktu¹ Hari pertama Roti Tidak Beragi (ay. 17) Sinoptik Hari pertama Roti Tidak Beragi; saat domba Paskah disembelih (ay. 12) Sinoptik Hari Raya Roti Tidak Beragi, saat domba Paskah harus disembelih (ay. 7) Sinoptik Selama perjamuan berlangsung; setelah pembasuhan kaki — ditempatkan sebelum hari Paskah (ay. 1–2) Berbeda
Penugasan Persiapan² Murid-murid datang bertanya kepada Yesus; tidak ada pengutusan khusus (ay. 17) Yesus mengutus dua murid tanpa menyebut nama (ay. 13) Yesus secara khusus mengutus Petrus dan Yohanes (ay. 8) Nama Eksplisit Tidak ada narasi persiapan; langsung masuk ke perjamuan
Tanda / Petunjuk Lokasi³ "Pergi ke kota, kepada si Anu" — identitas samar, tanpa tanda (ay. 18) Seorang laki-laki membawa kendi air akan menyambut mereka (ay. 13) = Lukas Seorang laki-laki membawa kendi air — tanda yang sama dengan Markus (ay. 10) = Markus Tidak ada petunjuk lokasi; setting sudah berada di ruang perjamuan
Deklarasi Pengkhianatan "Seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku" (ay. 21) "Seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku, yaitu yang makan bersama-sama dengan Aku" (ay. 18) "Tangan orang yang menyerahkan Aku ada bersama-sama dengan Aku di atas meja ini" (ay. 21) Nuansa Kedekatan Yesus sangat terharu dalam roh sebelum berkata: "Seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku" (ay. 21) Emosi Yesus
Reaksi Murid-murid Murid-murid sangat sedih; satu per satu bertanya: "Bukan aku, ya Tuhan?" (ay. 22) Mereka berdukacita; satu per satu bertanya: "Bukan aku, bukan?" (ay. 19) Murid-murid mulai mempertanyakan siapa di antara mereka yang akan berbuat demikian (ay. 23) Murid-murid saling memandang, tidak tahu siapa yang dimaksud Yesus (ay. 22) Kebingungan Kolektif
Identifikasi Pengkhianat Dialog langsung: Yudas bertanya "Bukan aku, ya Rabi?" — Yesus menjawab "Engkau telah mengatakannya" (ay. 25) Konfrontasi Langsung Tidak ada identifikasi eksplisit; hanya "salah seorang yang makan bersamaku" (ay. 20) Pengkhianat tidak diidentifikasi secara langsung dalam perikop ini Yesus memberi tanda celupan roti kepada Yudas bin Simon Iskariot (ay. 26–27) Tanda Simbolik
Keterlibatan Setan Tidak disebutkan Tidak disebutkan Disebutkan di luar perikop ini: "Setan masuk ke dalam Yudas" (Luk 22:3) Setan masuk ke dalam Yudas setelah ia menerima celupan roti (ay. 27) Eksklusif Yohanes
Kepergian Yudas Tidak diceritakan Tidak diceritakan Tidak diceritakan Yudas segera keluar; keterangan simbolis: "waktu itu malam" (ay. 30) Eksklusif Yohanes
Nubuatan / Kutipan Nas "Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia" — tanpa kutipan nas eksplisit (ay. 24) = Markus "Anak Manusia memang akan pergi seperti yang ada tertulis tentang Dia" — tanpa kutipan nas eksplisit (ay. 21) = Matius Tidak ada kutipan nas eksplisit dalam sub-perikop ini Mengutip Maz 41:10 secara eksplisit: "orang yang makan roti-Ku telah mengangkat tumitnya terhadap Aku" (Yoh 13:18) Kutipan Eksplisit
Celaan terhadap Pengkhianat¹⁰ "Lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan" (ay. 24) = Markus "Lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan" (ay. 21) = Matius Tidak ada pernyataan celaan langsung Tidak ada celaan; Yesus justru berkata: "Apa yang hendak kamu perbuat, perbuatlah dengan segera" (ay. 27)
Fokus Teologis Utama¹¹ Pemenuhan rencana ilahi; Mesianisme-nubuatan Yesus sebagai Hamba Tuhan yang menderita; pemenuhan nas Perjamuan Paskah Baru; Yesus sebagai Tuan yang melayani Kemuliaan (doxa) melalui pengkhianatan; kasih Yesus kepada milik-Nya sendiri (ay. 1)
Posisi / Urutan Narasi¹² Persiapan → Pengkhianatan diumumkan → Perjamuan Kudus ditetapkan Persiapan → Perjamuan → Pengkhianatan → Penetapan Perjamuan Kudus Persiapan → Perjamuan Kudus (ay. 14–20) → Pengkhianatan diumumkan (ay. 21–23) Urutan Berbeda Pembasuhan kaki (ay. 1–17) → Identifikasi pengkhianat (ay. 18–30) → Perintah baru (ay. 31–35) Struktur Unik
Sumber & Genre¹³ Berbasis Markus (hipotesis dua-sumber); tambahan dialog Yudas–Yesus Kemungkinan sumber tertua; gaya naratif sederhana dan langsung Mrk + Q + L (sumber khusus Lukas); penekanan liturgis kuat Tradisi independen (bukan Sinoptik); wacana perpisahan panjang lebar Non-Sinoptik

☛ Catatan Kaki

  1. Seluruh kutipan Alkitab merujuk pada Alkitab Terjemahan Baru (TB) LAI, edisi 2015. Perikop yang dibandingkan adalah pemberitahuan pengkhianatan dalam konteks Perjamuan Malam Terakhir.
  2. Lukas secara unik menyebut nama Petrus dan Yohanes (Luk 22:8), berbeda dari Markus yang hanya menyebut "dua murid" (Mrk 14:13). Matius sama sekali tidak menceritakan pengutusan khusus.
  3. Gambaran "laki-laki membawa kendi air" (Mrk 14:13; Luk 22:10) dianggap sebagai tanda yang mudah dikenali karena membawa air umumnya merupakan tugas perempuan di kebudayaan Timur Tengah kuno.
  4. Konteks waktu berbeda secara signifikan antara Yohanes dan Sinoptik. Matius dan Markus menyebut "hari pertama roti tidak beragi," sedangkan Yohanes menempatkan peristiwa ini sebelum hari Paskah (Yoh 13:1) — perbedaan kronologis yang telah lama diperdebatkan para ahli Perjanjian Baru.
  5. Ungkapan Yesus tentang pengkhianat memiliki nuansa berbeda: Matius dan Markus menggunakan kalimat langsung; Lukas menekankan lokasi ("di atas meja ini"); Yohanes menyoroti keterpanggalan emosional Yesus ("terharu dalam roh").
  6. Yohanes merupakan satu-satunya Injil yang secara eksplisit mengidentifikasi Yudas melalui tanda simbolis celupan roti (Yoh 13:26–27). Matius memiliki dialog konfrontasi langsung antara Yudas dan Yesus (Mat 26:25).
  7. Peran Setan dalam pengkhianatan Yudas hanya disebutkan secara eksplisit oleh Yohanes dalam perikop ini (13:27). Lukas menyebutnya di bagian lain (22:3). Ini mencerminkan kerangka kosmologis dualistik yang khas dalam teologi Yohanes.
  8. Kepergian Yudas dari ruang atas hanya dicatat oleh Yohanes (13:30). Ungkapan "waktu itu malam" berfungsi ganda: temporal dan simbolis (kegelapan moral dan spiritual), khas gaya naratif Yohanes.
  9. Frasa "seperti yang ada tertulis tentang Dia" (Mat 26:24; Mrk 14:21) merujuk pada nas PL tanpa kutipan eksplisit. Yohanes mengutip Mazmur 41:10 secara langsung (Yoh 13:18) sebelum peristiwa identifikasi pengkhianat.
  10. Celaan "lebih baik tidak dilahirkan" (Mat 26:24; Mrk 14:21) adalah ungkapan keras yang absen di Lukas dan Yohanes, menunjukkan perbedaan dalam penyajian tema penghukuman ilahi antar-Injil.
  11. Masing-masing Injil memiliki Sitz im Leben yang berbeda: Matius untuk komunitas Yahudi-Kristen; Markus untuk komunitas Roma/Gentil; Lukas menekankan universalisme dan dimensi liturgis; Yohanes untuk komunitas yang menghadapi tantangan teologis mendalam.
  12. Lukas secara unik menempatkan pengumuman pengkhianatan setelah penetapan Perjamuan Kudus (Luk 22:14–20, 21–23), berbeda dari Matius dan Markus. Yohanes sama sekali tidak menceritakan penetapan Perjamuan Kudus.
  13. Hipotesis dua-sumber (Two-Source Hypothesis) menyatakan Matius dan Lukas menggunakan Markus dan sumber Q. Yohanes menggunakan tradisi independen, kemungkinan bersumber dari "tradisi tanda-tanda" (Semeia Source).

☛ Daftar Pustaka

Sumber Primer

  • Lembaga Alkitab Indonesia. Alkitab Terjemahan Baru (TB). Jakarta: LAI, 2015.
  • Nestle, E., Aland, K., et al. Novum Testamentum Graece. 28th ed. Stuttgart: Deutsche Bibelgesellschaft, 2012.

Komentar Alkitab & Tafsir

  • Brown, Raymond E. The Death of the Messiah. 2 vols. New York: Doubleday, 1994.
  • Carson, D.A. The Gospel According to John. Grand Rapids: Eerdmans, 1991.
  • Evans, Craig A. Mark 8:27–16:20. Word Biblical Commentary 34B. Nashville: Thomas Nelson, 2001.
  • Fitzmyer, Joseph A. The Gospel According to Luke X–XXIV. Anchor Bible 28A. New York: Doubleday, 1985.
  • France, R.T. The Gospel of Matthew. NICNT. Grand Rapids: Eerdmans, 2007.
  • Keener, Craig S. The Gospel of John: A Commentary. 2 vols. Peabody: Hendrickson, 2003.
  • Luz, Ulrich. Matthew 21–28. Hermeneia. Minneapolis: Fortress Press, 2005.

Studi Perbandingan & Sinoptik

  • Burkett, Delbert. An Introduction to the New Testament and the Origins of Christianity. Cambridge: Cambridge University Press, 2002.
  • Stein, Robert H. The Synoptic Problem: An Introduction. Grand Rapids: Baker Books, 1987.
  • Streeter, B.H. The Four Gospels: A Study of Origins. London: Macmillan, 1924.

Studi Perjamuan Terakhir

  • Jeremias, Joachim. The Eucharistic Words of Jesus. Trans. Norman Perrin. Philadelphia: Fortress Press, 1966.
  • Marshall, I. Howard. Last Supper and Lord's Supper. Grand Rapids: Eerdmans, 1980.

Sumber Berbahasa Indonesia

  • Abineno, J.L.Ch. Tafsiran Injil Lukas. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1997.
  • Darmawijaya, St. Perjamuan Paskah. Yogyakarta: Kanisius, 1990.
  • Sutanto, Hasan. Hermeneutik: Prinsip dan Metode Penafsiran Alkitab. Malang: Literatur SAAT, 2007.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Garis besar Awal mula Perayaan Paskah dan 7 Minggu Sengsara Yesus Kristus

SEKILAS BANGSA ISRAEL : RAJA SAUL - RAJA KORESH