ESTER 7:1-10 (EXEGESIS)
🟧 Eksegesis Kitab Ester
1. Lalu raja dan Haman pergi menghadap perjamuan minum bersama-sama dengan Ester, sang ratu.
2. Pada hari kedua itu, sementara minum anggur, raja bertanya kepada Ester: ”Apakah permohonanmu, hai ratu Ester? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun, akan dipenuhi.”
3. Maka jawab Ester, sang ratu: ”Ya raja, jikalau hamba mendapat kasih tuanku, dan jikalau baik pada pemandangan tuanku, kiranya tuanku berkenan memberikan nyawa hamba atas permintaan hamba, dan bangsa hamba atas keinginan hamba.
4. Karena kami, hamba serta bangsa hamba, telah dijual untuk dipunahkan, dibunuh dan dibinasakan. Jikalau kami hanya dijual sebagai budak laki-laki dan budak perempuan, niscaya hamba akan berdiam diri, tetapi malapetaka ini tidak sebanding dengan kerugian raja.”
5. Maka bertanyalah raja Ahasyweros kepada Ester, sang ratu: ”Siapakah orang itu dan di manakah dia yang telah berani melakukan hal itu?”
6. Jawab Ester: ”Penganiaya dan musuh itu ialah Haman, orang jahat ini!” Maka Haman pun terkejut di hadapan raja dan ratu.
7. Lalu raja bangkit dengan panas hatinya dari pada minum anggur, dan pergi ke taman istana; akan tetapi Haman tinggal untuk memohon nyawanya kepada Ester, sang ratu, karena dilihatnya, bahwa telah putuslah maksud jahatnya terhadap dia dari pihak raja.
8. Ketika raja kembali dari taman istana ke dalam ruang minum anggur, maka Haman sedang tersungkur di atas dipan tempat Ester berbaring. Maka titah raja: ”Apakah ia hendak memperkosa ratu juga di dalam istanaku?” Setelah titah itu keluar dari mulut raja, maka diselubungi oranglah muka Haman.
9. Lalu Harbona, salah seorang sida-sida yang di hadapan raja, berkata: ”Lagipula tiang ganjaran yang lima puluh hasta tingginya, yang didirikan Haman untuk Mordekhai, yang telah menyampaikan kabar yang baik bagi raja, masih berdiri di rumah Haman.” Maka titah raja: ”Gantunglah dia di situ!”
10. Maka Haman digantungkan orang pada tiang yang didirikannya untuk Mordekhai. Lalu surutlah panas hati raja.
🟧 Analisis Eksegetis
1. Struktur dan Plot
Perikop Ester 7:1–10 merupakan klimaks naratif dari seluruh kitab. Adegan ini adalah perjamuan kedua yang diadakan Ester (lih. Est. 5:4–8). Dalam struktur chiastic kitab Ester, pasal 7 menjadi titik balik: Haman, yang merancang pemusnahan bangsa Yahudi, justru dihukum mati di tiang yang ia persiapkan untuk Mordekhai. Pembalikan nasib (peripeteia) ini menjadi pusat teologi kitab Ester: providensia Allah yang tersembunyi bekerja melalui perkataan dan tindakan tokoh-tokoh manusia.
2. Analisis Tokoh dan Dialog
Ester: Dalam ayat 3–4, Ester menunjukkan keberanian dan kebijaksanaan. Ia tidak langsung menuduh Haman, tetapi memulai dengan permohonan yang rendah hati (“jikalau hamba mendapat kasih tuanku”). Ia mengungkapkan identitasnya sebagai bagian dari bangsa yang terancam, sekaligus menekankan bahwa rencana jahat Haman merugikan kerajaan (ay. 4b).
Raja Ahasyweros: Pergeseran emosi raja—dari kemurahan hati (ay. 2) ke murka yang membara (ay. 7)—menunjukkan bahwa kekuasaan raja dapat berbalik. Pertanyaan retorisnya di ayat 5 (“Siapakah orang itu?”) menggiring pada penghukuman.
Haman: Dari tokoh yang berkuasa, ia jatuh dalam ketakutan. Ayat 6 mencatat bahwa ia “terkejut” (nibhal), dan ayat 7–8 menggambarkan keputusasaannya ketika memohon kepada Ester, justru membuatnya terlihat bersalah di mata raja.
3. Motif “Tiang Gantungan” (Ay. 9–10)
Harbona, sida-sida istana, menjadi instrumen keadilan ilahi. Ia mengingatkan raja tentang tiang setinggi 50 hasta (sekitar 22,5 meter) yang didirikan Haman untuk Mordekhai. Ironi dramatis mencapai puncaknya: Haman mati di tiang yang ia bangun sendiri. Dalam tradisi Yahudi, ini menjadi simbol pembalasan Allah yang adil, sekaligus penggenapan lex talionis (imbangan) secara naratif.
4. Tema Teologis: Providensia dan Keadilan
Meskipun nama Allah tidak disebut secara eksplisit dalam kitab Ester, perikop ini dengan jelas menunjukkan tangan pemeliharaan Allah. Rencana jahat Haman dibongkar melalui serangkaian “kebetulan” (mis.: raja tidak bisa tidur di Est. 6:1, ketepatan waktu Ester, peran Harbona). Keadilan Allah ditegakkan, dan umat-Nya diluputkan. Eksegesis ini mengingatkan bahwa Allah bekerja dalam dan melalui sejarah, bahkan ketika tampak “tersembunyi”.
5. Catatan Linguistik
Kata “dijual” (ay. 4, nimkarnu) merujuk pada konspirasi Haman yang membayar 10.000 talenta perak (Est. 3:9). Ester menggunakan istilah ini untuk menunjukkan bahwa ia dan bangsanya diperlakukan sebagai komoditas—sebuah tuduhan kuat terhadap ketidakadilan Haman. Frasa “sampai setengah kerajaan” (ay. 2) adalah ungkapan khas Persia untuk kemurahan hati raja, namun Ester tidak meminta harta, melainkan nyawa.
⏩ Catatan Kaki
⏩ Daftar Pustaka & Sumber Rujukan
✍️Disusun oleh Raknumfor Trius Benson Ap. Dibuat untuk pembelajaran mandiri dan seringkali juga dalam kelompok…... Kepada siapapun yang ingin memahami Kitab ini, harapan saya semoga sedikit informasi ini dapat membantu anda.✍️

Join the conversation