Selayang Pandang Kerajaan Persia

Riwayat Kerajaan Persia · Sejarah & Peran bagi Israel

Kerajaan Persia
dari pendirian, peran bagi Israel, hingga keruntuhan

1. Berdirinya Kerajaan Persia

Kerajaan Persia (secara historis merujuk pada Kekaisaran Akhemeniyah) lahir dari penggabungan suku-suku Iran di bawah kepemimpinan Koresh Agung (Kurush II, sekitar 600–530 SM).[1] Koresh mempersatukan bangsa Persia dan Media, lalu menaklukkan Kerajaan Lydia (546 SM) dan Babilonia (539 SM), yang menandai lahirnya imperium lintas benua pertama dalam sejarah.[2] Koresh mendirikan sistem satrap (provinsi) dan menghormati adat istiadat lokal—kebijakan yang menjadi ciri khas pemerintahan Persia.

Kekaisaran ini mencapai puncak kejayaannya di bawah Darius I (522–486 SM) dan Xerxes I (486–465 SM), dengan wilayah membentang dari India hingga Yunani dan dari Kaukasus hingga Mesir.[3] Ibu kota administratif bergeser dari Pasargadae ke Persepolis, yang dibangun sebagai pusat upacara dan kekuasaan.

2. Peran Kerajaan Persia bagi Bangsa Israel

Peranan Persia terhadap bangsa Israel sangat fundamental, terutama dalam konteks pembuangan dan pemulihan Yerusalem. Ketika Koresh menaklukkan Babilonia pada 539 SM, ia mengeluarkan Dekrit Koresh yang mengizinkan orang-orang Yahudi yang dibuang untuk kembali ke Yehuda dan membangun kembali Bait Allah di Yerusalem.[4] Keputusan ini dicatat dalam Kitab Ezra (pasal 1) dan juga dalam prasasti Silinder Koresh, yang menunjukkan kebijakan toleransi agama Koresh.

Di bawah kepemimpinan Zerubabel dan imam besar Yosua, pembangunan Bait Allah kedua dimulai (sekitar 536 SM) dan selesai pada tahun 516 SM di bawah pemerintahan Darius I.[5] Persia juga mendukung pembangunan tembok Yerusalem pada masa Nehemia (sekitar 445 SM), yang diutus oleh Artahsasta I sebagai gubernur Yehuda.[6] Perlindungan Persia memungkinkan bangsa Israel mempertahankan identitas religius dan hukum Taurat di bawah otonomi terbatas, sekaligus menjadi jembatan antara periode Babilonia dan periode Helenistik.

“Beginilah perintah Koresh, raja Persia: … TUHAN, Allah semesta langit, telah menugaskan aku untuk membangun rumah bagi-Nya di Yerusalem …” (Ezra 1:2–3, terjemahan bebas)

Bahkan para nabi seperti Hagai dan Zakaria memberi semangat kepada para pemimpin Yahudi di bawah naungan Persia. Dengan demikian, Kekaisaran Persia memainkan peran providential dalam sejarah Israel, memungkinkan pemulihan nasional dan keagamaan setelah pembuangan.[7]

3. Runtuhnya Kerajaan Persia (Akhemeniyah)

Kemunduran Persia dimulai setelah kekalahan Xerxes I dalam Perang Yunani (480–479 SM), yang menguras sumber daya dan prestise kerajaan. Namun, penyebab utama keruntuhan terjadi pada masa pemerintahan Darius III (336–330 SM) ketika Aleksander Agung dari Makedonia melancarkan invasi besar-besaran ke Asia Kecil.[8] Setelah serangkaian pertempuran (Granikos, Issos, dan Gaugamela), Aleksander menghancurkan kekuatan militer Persia. Pada 330 SM, Darius III dibunuh oleh salah satu satrapnya sendiri, dan Aleksander memasuki Persepolis, membakar istana-istananya, mengakhiri dinasti Akhemeniyah.[9]

Meskipun kemudian muncul kerajaan-kerajaan penerus seperti Seleukia dan Partia (Arsakid), kekaisaran Persia asli—Akhemeniyah—runtuh pada tahun 330 SM. Warisan administratif, budaya, dan toleransinya tetap hidup dan memengaruhi peradaban Helenistik serta Kekaisaran Romawi.[10]

Catatan Kaki

  1. Pendirian Persia: Koresh Agung menyatukan suku Media dan Persia. Lihat Encyclopaedia Iranica, “Cyrus ii.”
  2. Penaklukan Babilonia: Silinder Koresh (539 SM) memuat pengakuan atas restorasi kuil-kuil.
  3. Puncak kejayaan: Di bawah Darius I, Persepolis dibangun sebagai pusat seremonial.
  4. Dekrit Koresh: Ezra 1:1–4; juga didukung oleh arkeologi (Silinder Koresh).
  5. Bait Allah kedua: Selesai pada tahun 516 SM, sesuai dengan Ezra 6:15.
  6. Nehemia dan Artahsasta: Nehemia 2:1–8; Artahsasta I mengizinkan pembangunan tembok.
  7. Peran providential: Banyak sejarawan melihat kebijakan Persia sebagai faktor pemeliharaan identitas Yahudi.
  8. Invasi Aleksander: Pertempuran Gaugamela (331 SM) menjadi titik balik.
  9. Kematian Darius III: Dibunuh oleh Bessus, satrap Baktria, pada 330 SM.
  10. Warisan Persia: Sistem satrap, pos, dan toleransi diadopsi oleh kekaisaran berikutnya.

Daftar Pustaka

Briant, Pierre. Dari Koresh hingga Aleksander: Sejarah Kekaisaran Persia. Eisenbrauns, 2002.

Kuhrt, Amélie. Kekaisaran Persia: Sebuah Korpus Sumber dari Zaman Akhemeniyah. Routledge, 2007.

Grabbe, Lester L. Sejarah Yahudi dan Yudaisme di Zaman Persia. T&T Clark, 2006.

Waters, Matt. Persia Kuno: Sejarah Pendek Kekaisaran Akhemeniyah. Cambridge University Press, 2014.

Yamauchi, Edwin M. Persia dan Alkitab. Baker Academic, 1996.

— Sumber-sumber primer: Kitab Ezra, Nehemia, Sejarah Yunani (Herodotus, Xenophon), serta prasasti Silinder Koresh dan inskripsi Behistun.

✍️Disusun oleh Raknumfor Trius Benson Ap. Dibuat untuk pembelajaran mandiri dan seringkali juga dalam kelompok…... Kepada siapapun yang ingin memahami rentetan sejarah alkitab, harapan saya semoga sedikit informasi ini dapat membantu anda.✍️