Perbandingan Injil: Doa di Taman Getsemani

Perbandingan Injil: Doa di Taman Getsemani

Studi Perbandingan Kitab Injil

Doa Yesus di Taman Getsemani

Narasi, Teologi, dan Perbedaan Keempat Injil

Matius 26:36–46 Markus 14:32–42 Lukas 22:39–46 Yohanes 18:1
Peristiwa doa Yesus menjelang penangkapan-Nya merupakan salah satu momen paling intim dalam seluruh narasi Injil. Keempat Injil kanonik merekam atau menyinggung peristiwa ini, namun dengan tekanan, detail, dan perspektif teologis yang berbeda-beda. Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan komprehensif dari berbagai aspek—naratif, linguistik, dan teologis—untuk memperlihatkan kekhasan masing-masing Injil.

Tabel Perbandingan

← geser untuk melihat seluruh tabel →

Aspek Matius26:36–46 Markus14:32–42 Lukas22:39–46 Yohanes18:1
Nama Tempat Getsemani² Getsemani² Bukit Zaitun³ Taman di seberang sungai Kidron
Murid yang Dibawa Petrus, Yakobus & Yohanes (3 murid inti) Petrus, Yakobus & Yohanes (sama) Semua murid; tiga murid inti tidak disebutkan khusus Tidak dirinci
Jumlah Pengulangan Doa
26:39, 42, 44

14:35, 39, 41

22:41–42
Tidak ada
Doa ada di pasal 17¹
Isi Doa Yesus "…jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku" (26:39) "Abba, ya Bapa… ambillah cawan ini dari pada-Ku" (14:36) "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku" (22:42) Tidak dicatat. Doa penyerahan diri ada di pasal 17.
Sapaan kepada Bapa "Bapa-Ku" (πάτερ μου) "Abba, ya Bapa" (Aram + Yunani)¹³ "Bapa" (πάτερ) Tidak ada dalam perikop ini
Malaikat Menguatkan Tidak ada Tidak ada Ada — malaikat dari surga (22:43) Tidak disebutkan
Keringat Seperti Darah Tidak disebutkan Tidak disebutkan Ada — "peluh seperti titik-titik darah" (22:44)¹⁰ Tidak disebutkan
Murid Tertidur Dua kali (26:40, 43, 45); Yesus menegur tiga murid Tiga kali (14:37, 40, 41); Petrus disebut nama¹¹ Satu kali; dijelaskan "tidur karena dukacita" (22:45)¹² Tidak disebutkan
Ungkapan Kengerian "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya" (26:38) "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya" (14:34) — identik Tidak dicatat secara eksplisit Tidak ada
Kalimat Penutup "Bangunlah, marilah kita pergi" (26:46) "Bangunlah, marilah kita pergi" (14:42) — identik Yesus membangunkan murid-murid (22:46) Langsung beralih ke penangkapan (18:2–12)
Penekanan Teologis Yesus sebagai Mesias Israel; pemenuhan nubuat PL¹⁴ Kemanusiaan Yesus yang otentik; penderitaan nyata¹⁵ Yesus sebagai manusia doa; solidaritas dengan penderitaan¹⁶ Kemuliaan Sang Logos; kedaulatan penuh Yesus¹⁷
Audiens / Tujuan Komunitas Yahudi-Kristen¹⁸ Komunitas Roma/Gentil; apologetik penderitaan¹⁹ Komunitas Yunani-Helenis; kesalehan & doa²⁰ Komunitas Yahudi & Helenis; kristologi tinggi²¹

Catatan Kaki

  1. Yohanes hanya menyebut Yesus menyeberangi sungai Kidron dan memasuki sebuah taman (18:1), tanpa menyebut nama Getsemani atau narasi doa panjang. Fokus Yohanes ada pada doa imam besar di pasal 17 sebagai doa perpisahan Yesus.
  2. Nama "Getsemani" (Ibrani: Gat Shemanim) berarti "kilang minyak zaitun." Digunakan oleh Matius dan Markus, tetapi bukan oleh Lukas atau Yohanes. Lih. R.T. France, The Gospel of Mark (NIGTC), Eerdmans, 2002, hlm. 568.
  3. Lukas menggunakan istilah "Bukit Zaitun" (τὸ ὄρος τῶν ἐλαιῶν), konsisten dengan pola naratifnya bahwa Yesus bermalam di Bukit Zaitun (Luk. 21:37).
  4. Yohanes menyebut "taman" (κῆπος) di seberang sungai Kidron. Konteks ini beresonansi dengan taman Eden dalam tradisi Yahudi. Lih. Raymond E. Brown, The Gospel According to John XIII–XXI (AB), Doubleday, 1970, hlm. 806.
  5. Lukas tidak menyebutkan pemisahan tiga murid inti secara eksplisit, sesuai kecenderungannya untuk tidak menonjolkan kelompok kecil elite di antara para murid.
  6. Pengulangan tiga kali doa dalam Matius dan Markus memperkuat motif keseriusan penderitaan dan pergumulan Yesus. Pola tiga merupakan pola naratif penting dalam sastra Yahudi kuno.
  7. Lukas meringkas doa menjadi satu peristiwa tunggal, sesuai gaya naratifnya yang padat dan penekanannya pada doa sebagai kebiasaan Yesus.
  8. Penggunaan kata Aram "Abba" (אַבָּא) oleh Markus merupakan satu-satunya dalam narasi Injil. Lih. Joachim Jeremias, The Prayers of Jesus, SCM Press, 1967, hlm. 54–65.
  9. Kemunculan malaikat (Luk. 22:43) adalah keunikan Lukas. Beberapa manuskrip kuno tidak memuatnya, namun mayoritas pakar menganggapnya bagian teks asli. Lih. Bruce M. Metzger, A Textual Commentary on the Greek New Testament, UBS, 1994, hlm. 150–151.
  10. Deskripsi keringat "seperti titik-titik darah" (ὡσεὶ θρόμβοι αἵματος) menonjolkan intensitas penderitaan fisik. Lukas, yang dikaitkan dengan profesi dokter (Kol. 4:14), memiliki perhatian khas terhadap detail semacam ini.
  11. Markus menyebut nama "Simon" secara khusus (14:37), sesuai tradisi Markus yang erat dengan Petrus. Lih. Martin Hengel, Saint Peter: The Underestimated Apostle, Eerdmans, 2010, hlm. 56.
  12. Keterangan Lukas bahwa murid-murid tertidur "karena dukacita" (ἀπὸ τῆς λύπης, 22:45) merupakan unsur apologetik: memberikan alasan yang lebih simpatik bagi kelemahan para murid.
  13. Sapaan ganda "Abba, ya Bapa" mempertahankan kata Aram asli sebelum menerjemahkannya ke Yunani, menunjukkan bahwa komunitas Markus berdoa dalam dua bahasa.
  14. Matius secara konsisten menampilkan Yesus sebagai penggenap nubuat PL. "Cawan penderitaan" merupakan motif profetis (bdk. Yes. 51:17; Yer. 25:15).
  15. Markus menekankan kemanusiaan Yesus yang otentik; kata Yunani (ἐκθαμβεῖσθαι καὶ ἀδημονεῖν, 14:33) adalah ekspresi terkuat dalam PB untuk menggambarkan kengerian dan kegundahan.
  16. Lukas menempatkan Yesus sebagai manusia doa par excellence. Tema doa muncul berulang (3:21; 6:12; 9:18, 28; 11:1), dan adegan Getsemani menjadi puncaknya.
  17. Yohanes tidak menceritakan doa Getsemani dengan cara yang sama karena tekanannya pada kemuliaan dan kedaulatan Yesus. Doa di pasal 17 berfungsi sebagai padanan teologisnya.
  18. Matius ditulis untuk komunitas Yahudi-Kristen, tampak dari seringnya kutipan LXX dan formula penggenapan. Lih. W.D. Davies & D.C. Allison, Matthew 19–28 (ICC), T&T Clark, 1997.
  19. Markus umumnya dikaitkan dengan komunitas di Roma, ditujukan memperkuat iman di tengah penganiayaan. Lih. Joel Marcus, Mark 8–16 (AB), Yale University Press, 2009.
  20. Lukas ditulis untuk Teofilus dan komunitas berbahasa Yunani, menekankan universalitas keselamatan dan tema doa. Lih. John Nolland, Luke 18:35–24:53 (WBC), Word, 1993.
  21. Injil Yohanes memiliki kristologi "tinggi" dan menggabungkan perspektif Yahudi dengan wacana Helenis tentang Logos. Lih. Raymond E. Brown, An Introduction to the Gospel of John, Doubleday, 2003.

Daftar Pustaka

Sumber Primer (Teks Alkitab)

Alkitab Terjemahan Baru. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2017.

Novum Testamentum Graece. Ed. Barbara Aland et al. 28th ed. Stuttgart: Deutsche Bibelgesellschaft, 2012.

Septuagint (LXX). Ed. Alfred Rahlfs & Robert Hanhart. Stuttgart: Deutsche Bibelgesellschaft, 2006.

Komentar dan Monografi

Brown, Raymond E. The Death of the Messiah: From Gethsemane to the Grave. 2 vols. New York: Doubleday, 1994.

Brown, Raymond E. The Gospel According to John XIII–XXI. Anchor Bible 29A. New York: Doubleday, 1970.

Davies, W.D., dan Dale C. Allison. A Critical and Exegetical Commentary on the Gospel According to Saint Matthew. Vol. 3. International Critical Commentary. Edinburgh: T&T Clark, 1997.

Fitzmyer, Joseph A. The Gospel According to Luke X–XXIV. Anchor Bible 28A. New York: Doubleday, 1985.

France, R.T. The Gospel of Mark: A Commentary on the Greek Text. NIGTC. Grand Rapids: Eerdmans, 2002.

Jeremias, Joachim. The Prayers of Jesus. Studies in Biblical Theology 6. London: SCM Press, 1967.

Marcus, Joel. Mark 8–16: A New Translation with Introduction and Commentary. Anchor Bible 27A. New Haven: Yale University Press, 2009.

Metzger, Bruce M. A Textual Commentary on the Greek New Testament. 2nd ed. Stuttgart: United Bible Societies, 1994.

Nolland, John. Luke 18:35–24:53. Word Biblical Commentary 35C. Dallas: Word Books, 1993.

Referensi Umum dan Pengantar

Brown, Raymond E. An Introduction to the Gospel of John. Ed. Francis J. Moloney. New York: Doubleday, 2003.

Hengel, Martin. Saint Peter: The Underestimated Apostle. Grand Rapids: Eerdmans, 2010.

Keener, Craig S. The Historical Jesus of the Gospels. Grand Rapids: Eerdmans, 2009.

Witherington III, Ben. The Gospel of Mark: A Socio-Rhetorical Commentary. Grand Rapids: Eerdmans, 2001.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Garis besar Awal mula Perayaan Paskah dan 7 Minggu Sengsara Yesus Kristus

SEKILAS BANGSA ISRAEL : RAJA SAUL - RAJA KORESH

Perbandingan Empat Injil – Perjamuan Terakhir