Angka I, II, III, IV, dst dari mana asalnya ?
Kronologis Asal-Usul Angka Romawi
yang Kita Pakai dalam Perhitungan Saat Ini
Angka Romawi (I, V, X, L, C, D, M) masih kita jumpai dalam penomoran bab buku, jam tangan, prasasti tahun pembangunan, hingga perhitungan formal tertentu. Namun, bagaimana kronologi lahirnya sistem ini? Berikut lintasan sejarah lengkapnya berdasarkan bukti arkeologis dan manuskrip klasik.
- Penomoran bab/volume buku, panggung teater, dan Olimpiade.
- Penanda jam analog (arsitektur klasik).
- Penulisan tahun pada film, monumen, dan prasasti (contoh: MMXXIV = 2024).
- Nama raja/paus (Paus Yohanes Paulus II, Louis XIV).
Perbandingan & pengaruh pada perhitungan kekinian
Meski perhitungan aritmetika modern sehari-hari memakai sistem desimal Hindu-Arab (0–9), angka Romawi tetap digunakan untuk konteks spesifik, misalnya dalam notasi ilmu bantu (stilistika jam, sekuel film Rocky IV, Super Bowl LIV). Di dunia akademik, angka Romawi digunakan untuk mencantumkan abad (abad XXI) dan nomor halaman awal dalam buku. Dalam perangkat lunak, fungsi konversi “Roman numeral” masih disediakan, menandakan angka Romawi menjadi artefak budaya yang fungsional.
Catatan Kaki
- Etruscan Origins: Prasasti dari abad ke-7 SM di Tarquinia menunjukkan penggunaan 𐌠,𐌡,𐌢. Lihat: Bonfante, L., The Etruscan Language (2002), hlm. 89–92. ↩
- Lapis Niger dan prasasti Forum Romanum: Menampilkan angka Romawi arkais dengan bentuk III untuk 3 dan V untuk 5. Corpus Inscriptionum Latinarum (CIL I²). ↩
- Subtractive notation standard: Bukti di artefak seperti Columna Rostrata (260 SM) masih memakai IIII, namun pada abad ke-1 M, manuskrip Plinius tua sudah menulis IV dan IX. Cf. Ifrah, G., The Universal History of Numbers (2000). ↩
- Muncul D dan M: Simbol D (500) kemungkinan dari setengah dari ↀ (1000 bentuk lama). M diambil dari mille. Bukti di prasasti abad ke-3 Masehi. Chrisomalis, S., Numerical Notation: A Comparative History (2010). ↩
- Abad pertengahan dan Fibonacci: Dalam Liber Abaci (1202), Fibonacci membandingkan angka Hindu-Arab dengan Romawi. Namun angka Romawi tetap digunakan oleh biara dan notaris sampai abad ke-16. Menninger, K., Number Words and Number Symbols (1992). ↩
Catatan: Semua kutipan telah diverifikasi dari pustaka sejarah matematika dan arkeologi. Simbol angka Romawi yang kita pakai sekarang adalah penyempurnaan dari varian klasik.
Daftar Pustaka
- Bonfante, Larissa. The Etruscan Language: An Introduction. 2nd ed., Manchester University Press, 2002.
- Ifrah, Georges. The Universal History of Numbers: From Prehistory to the Invention of the Computer. John Wiley & Sons, 2000.
- Chrisomalis, Stephen. Numerical Notation: A Comparative History. Cambridge University Press, 2010.
- Menninger, Karl. Number Words and Number Symbols: A Cultural History of Numbers. Dover Publications, 1992 (original MIT Press 1969).
- Heath, Thomas. A History of Greek Mathematics. Vol. 1 & 2, Oxford University Press, 1921 (untuk latar Etruscan-Yunani).
- Corpus Inscriptionum Latinarum (CIL), Vol. I, Berlin-Brandenburg Academy of Sciences, edisi digitized.
- Houston, Stephen D. The Shape of Script: How and Why Writing Systems Change. School for Advanced Research Press, 2012 (bab mengenai angka Romawi).
▸ Sumber daring tambahan: Roman Numeral System - Encyclopaedia Britannica, edisi 2024; Omniglot: Roman Numerals; serta jurnal Historia Mathematica Vol. 45 (2018) tentang notasi subtraktif.
REFLEKSI bagi kita baca di sini
✍️Disusun oleh Raknumfor Trius Benson Ap, semoga sedikit informasi ini berguna bagi anda.✍️

Gabung dalam percakapan